In Touse Training PRIORITIES for IABEE

April 3, 2019 no comments adminft
Spread the love

Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan PII (Persatuan Insyinyur Indonesia) dalam hal ini Engineering Education support for quality advancement (Edu+Squad) Training Group-BKP PII mengadakan pelatihan “In house training (IHT) Program for Redesigning and Implementing Outcomes Based Curriculum, Teaching-Learning-Assessment and Evaluating Systematically (PRIORITIES) for IABEE purpose” guna pengembangan system OBE (Outcomes Based Education). Kegiatan ini diselenggara  selama 4 hari dari tanggal 25 – 28 Maret 2019, bertempat di ruang VIP AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I, Dekan dan Wakil Dekan I Fakultas Teknik, para Ketua Jurusan serta para Koordinator Prodi. Kegiatan pelatihan ini juga dihadiri oleh tim sebagai perwakilan dari setiap Prodi. Tim tersebut berasal dari Prodi-Prodi di lingkungan Fakultas Teknik yang sudah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT, yaitu Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Elektro dan Teknik Geofisika. Karena kelima Prodi tersebut berencana akan mengajukan dokumen untuk akreditasi internasional kepada  IABEE. Selain dari tim dari Prodi-Prodi tersebut, juga diundang & hadir Ketua Satuan Jaminan Mutu Fakultas (SJMF) serta perwakilan dari Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unsyiah.

Pelatihan ini mendatangkan pembicara dari Edu+Squad Training Group BKP-PII yaitu Dr. Ir. Arief Syaichu Rohman (STEI, ITB), Dr. Prihandoko (Universitas Gunadarma), dan Dr. Tjokorde Walmiki Samadhi (Teknik Kimia, ITB). Dalam pembukaannya, Prof. Marwan selaku Wakil Rektor I Unsyiah, mengapresiasi dan mendukung dengan baik pelatihan ini sebagai upaya peningkatan kualitas mutu terhadap lulusan dari Fakultas Teknik Unsyiah secara terus menerus dan mendapat pengakuan oleh pasar kerja regional dan internasional. Wakil Rektor I juga menambahkan bahwa saat ini Unsyiah telah menjalankan kurikulum pembelajaran yang berstandar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) semenjak Tahun Ajaran 2016.

            Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta mampu menjelaskan secara tepat dan detail konsep OBE, dapat memformulasikan tujuan pendidikan Program studi/Profil Profesional Mandiri (PPM) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), meredesain kurikulum, rencana pembelajaran semester (RPS) dan asesmen sesuai dengan capaian pembelajaran, mendesain sistem manajemen perubahan dan sistem penjaminan yang memastikan OBE dapat diimplementasikan di program studi / departemen /fakultas secara sistematik dan berkelanjutan. Serta mampu melakukan persiapan akreditasi internasional berbasis capaian pembelajaran dalam bidang keteknikan.

Dalam salah satu sesi pemaparannya Dr. Ir. Arief Syaichu Rohman (STEI, ITB) menyebutkan bahwa program studi perlu mengubah orientasi pendidikannya dari berorientasi pada input dan proses menjadi pendidikan berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education) yang lebih sesuai dengan kecenderungan global pendidikan tinggi saat ini. Konsep OBE ini dimana program studi memberi perhatian penuh pada mahasiswa terkait apa pencapaian yang bisa diraih setelah kelulusan, sehingga menjadikan mereka sebagai lulusan yang mumpuni dan siap guna. Dr. Ir. Arief Syaichu Rohman juga menambahkan bahwa saat ini IABEE dalam proses menjadi anggota Washington Accord (WA), sehingga proses akreditasi yang dilakukan oleh IABEE akan dinilai setara dengan proses akreditasi yang dilakukan lembaga akreditasi negara-negara yang menjadi anggota Washington Accord. Diantaranya Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE) dari Jepang, Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) dari Amerika dan Australia Engineers dari Australia. Hingga saat ini, terdapat 17 lembaga akreditasi dari 17 negara di dunia yang bergabung dengan Washington Accord.

Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) merupakan sebuah organisasi independen nirlaba yang didirikan sebagai bagian dari lembaga Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk menumbuhkembangkan budaya mutu dalam pengelolaan pendidikan tinggi teknik serta upaya dari Fakultas Teknik Unsyiah guna meningkatkan mutu lulusan pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Adapun tujuan utama dari Akreditasi IABEE sendiri adalah guna memastikan program studi menyiapkan lulusan yang memenuhi standar dan kualifikasi internasional untuk memasuki dunia profesi melalui proses pendidikan yang mengacu pada hasil capaian pembelajaran.

Akreditasi Nasional oleh BAN-PT bersifat wajib bagi program-program studi yang terdaftar di kemenristekdikti yang sesuai dengan peraturan hukum di Indonesia. Sedangkan, Akreditasi Internasional bersifat pilihan, dimana kelayakan suatu program studi untuk mengajukan akreditasi internasional ditentukan berdasarkan peringkat Akreditasi Nasional untuk Perguruan Tinggi minimal B, sedangkan untuk Prodi yang akan mengajukan akreditasi general/General Accreditation (GA), maka harus terakreditasi A, dan terakreditasi minimal B untuk akreditasi provisional/Provisional Accreditation (PA). Melalui pelatihan ini, Warek I mengharapkan kepada seluruh Prodi di Fakultas Teknik terutama Prodi Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Teknik Geofisika dapat menjadikan pelatihan sebagai pencerahan untuk menyusun dokumen akreditasi IABEE, sehingga kelima prodi tersebut pada tahun 2019 dapat teakreditasi internasional.

Kemudian, kegiatan pelatihan tersebut ditutup oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Taufiq Saidi, M. Eng. Dalam kata-kata pentutupan, Dekan Fakultas Teknik juga senada dengan apa yang disampaikan oleh Warek I, yaitu sangat menekankan dan mendukung sepenuhnya supaya kelima prodi yang sudah terakreditasi A di Fakultas Teknik dapat suskes mengajukan dokumen akreditasi dan terakreditasi International pada tahun 2019, sehingga harapan capaian tersebut nantinya akan menjadi pemicu bagi prodi-prodi lain di lingkungan Fakultas Teknik Secara khusus dan di lingkungan Unsyiah secara umum.