UNSYIAH KEMBANGKAN MINYAK ATSIRI DI ACEH JAYA

November 8, 2018 no comments kasyful mena
Spread the love

Universitas Syiah Kuala melalui Atsiri (Essential Oil) Research Center (ARC) berkomitmen untuk membangkitkan kembali industri minyak nilam di Aceh Jaya. Hal ini disampaikan oleh Ketua ARC Unsyiah, Dr. Syaifullah Muhammad, M.Eng., dalam Focus group Discussion (FGD) yang berlangsung di Balai Senat Unsyiah, Rabu (31/10).

Dalam FGD tersebut, Syaifullah mengatakan pengembangan nilam Aceh Jaya membutuhkan inovasi serta strategi agar mampu bersaing dalam industri, terlebih lagi di industri parfum. ARC dalam dua tahun terakhir juga telah terlibat aktif membantu para petani nilam di Aceh Jaya. Salah satunya dengan mengembangkan inovasi untuk meningkatkan jumlah produksi nilam.

“Saat ini ARC telah berhasil meningkatkan jumlah produksi nilam, dengan 1 batang menghasilkan 5 kilogram. Inovasi ini akan kita coba terapkan di Aceh Jaya,” ujarnya.

Selain menciptakan inovasi, Syaifullah menambahkan jika Unsyiah juga akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dalam menyediakan lahan bagi para petani. Salah satunya dengan menyediakan 100 hektar tanah milik Unsyiah di Aceh Jaya agar dapat digarap oleh petani nilam.

“Kita ingin proses pengembangan nilam dapat semakin baik, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Jaya.”

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor IV Unsyiah, Dr. Hizir, yang mengatakan Aceh Jaya memiliki banyak komoditi yang layak untuk dikembangkan. Untuk itu lanjutnya, Unsyiah akan mencoba memetakan keunggulan tersebut, sehingga dapat berdampak positif bagi masyarakat.

“Unsyiah akan terus membantu Aceh Jaya agar dapat kembali bangkit. Salah satunya dengan mengelar KKN, sehingga keunggulan kabupaten tersebut dapat dilihat dan dipetakan.”

Sementara itu, Bupati Aceh Jaya, Drs. Irfan TB, mengapresiasi kesungguhan Unsyiah dalam membangun Aceh Jaya. Menurutnya, nilam merupakan salah satu keunggulan Aceh Jaya yang telah ada sejak beberapa puluh tahun lalu. Bahkan, manfaatnya telah dirasakan secara masif oleh masyarakat. Ia juga berharap FGD ini dapat menghasilkan sebuah rekomendasi yang dapat diimplementasikan di lapangan. [Humas Unsyiah/fer]